Skip to main content

Belajar Dari Cerita Nabi Musa As

Belajar Dari Cerita Nabi Musa

Allah menceritakan Nabi Musa, salah satunya, ada di QS Al-Qashas mulai ayat 3 sampai dengan 43. Nabi Musa diliputi ketakutan dan rasa cemas. Mungkin bagi manusia awam seperti kita ini, ini adalah ujian yang sudah pada puncaknya, seolah tiada harapan lagi.

Ketika itu Fir’aun menjajah habis-habisan Bani Israil, membantai setiap bayi lelaki, membuat lemah setiap sendi kehidupan Bani Israil. Nabi Musa lahir dan Allah perintahkan ibunda Nabi Musa untuk melabuhkan Musa (kecil) ke sungai agar terhindar dari pembantaian. Ndilalahnya, Musa kecil ditemukan keluarga Fir’aun dan diasuh oleh mereka. Setelah dewasa Nabi Musa melarikan diri dari kerajaan Fir’aun. Dan Fir’aun mencari Nabi Musa yang berlari menuju kota Madyan.

Di tengah pelariannya, Nabi Musa berdoa

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

“Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashas: 24).

Ini doa yang sangat menakjubkan, doa yang mengobati sekian banyak kegelisahan yang dialami Nabi Musa. Di saat itu Nabi Musa merasa sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan. Tapi tidak ada keluarga, tidak ada pekerjaan, tidak ada tempat untuk curhat dan mengadu dan tidak mungkin kembali ke kandang Fir’aun di Mesir.

Kemudian datanglah dua wanita yang mengantri untuk mengambil air untuk ternaknya, namun mereka kesulitan. Nabi Musa pun membantunya. Kala itu ia berdoa dengan doa tersebut di atas.

فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Musa memberi minum ternak itu untuk menolong kedua wanita itu, kemudian dia duduk di tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku “. (QS. Al-Qashas: 24).

Allah sedikit demi sedikit menghilangkan keresahan Nabi Musa. Salah satu dari wanita itu menawarkan agar Nabi Musa bersedia mampir ke rumahnya dan bertemu ayahnya. Singkat cerita beliau menikah dengan salah satu putri dari ayah tersebut. Nabi Musa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di kota Madyan. Nabi Musa mendapatkan tongkat mukjizatnya.

Kemudian, Nabi Musa kemudian diajak Allah untuk menuju lembah berkah dan Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa dan menjadikannya sebagai Nabi. Nabi Musa mendapatkan banyak Mukjizat untuk melawan Firaun. Allah mengangkat Harun, saudara Nabi Musa, sebagai Nabi untuk membantu Nabi Musa dalam berdakwah. Dan puncaknya Allah memenangkan Nabi Musa dan menenggelamkan Fir’aun di laut Merah.

Kesuksesan bertubi-tubi dimulai dari doa kepada Allah dengan penuh rasa harap, merasa fakir di hadapan Allah, memohon agar Allah memberikan banyak kebaikan. Doa yang menghadirkan hati, bukan sekedar lisan, menjadi doa yang mustajab. Karena kita bisa menjadi merasa sangat dekat dengan Allah sehingga doa menjadi sangat berkualitas.

Sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahulilah bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dari seorang hamba yang hatinya lalai.” (HR. Turmudzi 3479, Hakim dalam al-Mustadrak 1817 ).

Semoga setelah membaca ini, kita berdoa dengan melibatkan hati dan penuh keyakinan untuk dikabulkan. Percayalah bahwa Allah selalu membantu kita .  Semoga yang sedang menemui masalah, segera diringankan masalahnya. Aamiin.

Comments

Populer

Muslim Melarat, Kafir Kaya ?

Renungan Qolbu Di Awal Malam: Mgkn sering terbetik dlm benak kita, kenapa kita yg seorg muslim hidupnya jauh lebih sengsara ketimbang mereka yg hidup di dalam kekafiran.. Padahal seorg muslim hidup diatas keta'atan menyembah Allah ta'ala. Sedangkan org kafir hidup diatas kekufuran kpd Allah. Maka jwbnya adalah - ingatlah ketika umar bin khottob melihat nabi tidur diatas dipan yg terbuat dr serat, umar menangis melihat keadaan utusan Allah yg begitu mulia dlm keadaan badannya yg berbekas dipan itu dilambung nabi. Lalu nabi bertanya "kenapa kau menangis umar?" Umarpun menjawab "sesungguhnya bangsa atau raja romawi dan persia diberikan nikmat dunia yg sangat banyak. Sedangkan engkau adalah utusan Allah tp keadaanmu spt ini wahai rosulullah" Nabi pun dgn kemuliaan hatinya berkata "wahai umar, sesungguhnya mereka adalah kaum yg Allah SEGERAKAN KENIKMATAN KEHIDUPAN DUNIA MEREKA" (bukhari 2468) Jadi boleh jd apa yg mereka dptkan skrg adalah istidraj (keni...

Al Hikam : Memahami Dunia #1

" Alam ini lahirnya adalah tipuan, dan batinnya adalah pelajaran. Nafsu memandang pada tipuan lahirnya, sementara kalbu memandang kepada pelajaran batinnya ( Al Hikam ) Penjelasan : Orang orang yg mengetahui watak dunia ini, yg tak dapat diandalkan serta selalu berubah, tak akan terkejut atau kecewa ketika kesenangan berubah menjadi kesusahan, kekayaan berubah menjadi kemiskinan, dan malah berubah menjadi siang. Nafsu selalu bereaksi terhadap kesenangan dan kesulitan, sedangkan Hati selalu melihat kepada makna, sebab, serta pesan di balik peristiwa. Orang orang yg mendapatkan Nur Ilahi melihat daya tarik peristiwa dan menyaksikan adanya kepalsuan dalam intinya. Orang yang mengetahui realitas batin dari sesuatu tak akan tertipu oleh penampakan lahir. Salam Hijrah, UniQ Powered by Telkomsel BlackBerry®

Orang Yg Kaya/Kuat/Takut krn Allah.

Orang Yg Kaya/Kuat/Takut krn Allah. Seseorang yang "KAYA" akan Allah, dia tidak bakal dijamah oleh perasaan perasaan senang dan takut. Seseorang yang "KUAT" berpegang pada Allah dia tidak bakal gelisah dengan hitungan sedikit atau banyak. Seseorang yang "TAKUT" kepada Allah, baginya sama saja antara sepi dan ramai. Dan seseorang yang mencari kepentingan akhirat, dia tidak akan menjadi hina oleh berbagai petaka kehidupan dunia yang menimpanya. (Imam Ghozaly) Salam Hijrah, UniQ Powered by Telkomsel BlackBerry®