Skip to main content

Nasehat Ali bin Abi Thalib

Nasehat ALI bin Abi Thalib

Ali r.a. menasihati seorang lelaki yang meminta nasihat kepadanya, maka Ali RA pun menasehatinya dengan berucap :

"Jangan menjadi orang yang mengharap akhirat tanpa persiapan amal. Jangan mengundur taubat kerana panjang angan-angan. Jangan bertutur kata seperti orang zuhud,tetapi beramal seperti orang durhaka. Jika diberi, tidak pernah puas, jika tidak diberi,selalu menuntut. Tidak mensyukuri pemberian, selalu mengharap tambahan. Melarang, tetapi dia terus melakukan. Menyuruh sesuatu yang tidak dia lakukan. Mencintai orang saleh,tetapi tidak beramal seperti mereke. Benci terhadap orang yang melakukan dosa,padahal dia selalu melakukannya. Takut terhadap kematian,kerana banyaknya dosa yang dia lakukan.

Ketika sakit, dia sangat menyesal. Ketika sehat, dia merasa aman untuk berbuat dosa. Merasa sombong ketika diberi maaf. Berputus asa bila ditimpa cobaan. Ketika diuji dengan musibah, dia berdoa seperti orang yang sangat memerlukan. Ketika dalam keadaan lapang, dia berpaling dengan kesombongan. Dia dikalahkan oleh hawa nafsu melebihi dugaannya. Dia tidak mampu menundukkan hawa nafsunya. Dia takut menghadapi orang lain walau kerana sedikit kesalahan. Dia selalu mengharapkan imbalan melebihi amal yang dia lakukan.

Ketika diberi kekayaan, dia masih merasa kurang dan merasa selalu mendapat cobaan. Ketika dalam keadaan fakir, dia berputus asa dan takut menghadapi mati. Jika beramal, dia melakukannya sedikit saja. Ketika bertanya, dia ber tele-tele(buat bodoh). Dia selalu berbuat maksiat dan menunda-nunda taubat.

Subhanallah

Comments

Populer

Muslim Melarat, Kafir Kaya ?

Renungan Qolbu Di Awal Malam: Mgkn sering terbetik dlm benak kita, kenapa kita yg seorg muslim hidupnya jauh lebih sengsara ketimbang mereka yg hidup di dalam kekafiran.. Padahal seorg muslim hidup diatas keta'atan menyembah Allah ta'ala. Sedangkan org kafir hidup diatas kekufuran kpd Allah. Maka jwbnya adalah - ingatlah ketika umar bin khottob melihat nabi tidur diatas dipan yg terbuat dr serat, umar menangis melihat keadaan utusan Allah yg begitu mulia dlm keadaan badannya yg berbekas dipan itu dilambung nabi. Lalu nabi bertanya "kenapa kau menangis umar?" Umarpun menjawab "sesungguhnya bangsa atau raja romawi dan persia diberikan nikmat dunia yg sangat banyak. Sedangkan engkau adalah utusan Allah tp keadaanmu spt ini wahai rosulullah" Nabi pun dgn kemuliaan hatinya berkata "wahai umar, sesungguhnya mereka adalah kaum yg Allah SEGERAKAN KENIKMATAN KEHIDUPAN DUNIA MEREKA" (bukhari 2468) Jadi boleh jd apa yg mereka dptkan skrg adalah istidraj (keni...

Al Hikam : Memahami Dunia #1

" Alam ini lahirnya adalah tipuan, dan batinnya adalah pelajaran. Nafsu memandang pada tipuan lahirnya, sementara kalbu memandang kepada pelajaran batinnya ( Al Hikam ) Penjelasan : Orang orang yg mengetahui watak dunia ini, yg tak dapat diandalkan serta selalu berubah, tak akan terkejut atau kecewa ketika kesenangan berubah menjadi kesusahan, kekayaan berubah menjadi kemiskinan, dan malah berubah menjadi siang. Nafsu selalu bereaksi terhadap kesenangan dan kesulitan, sedangkan Hati selalu melihat kepada makna, sebab, serta pesan di balik peristiwa. Orang orang yg mendapatkan Nur Ilahi melihat daya tarik peristiwa dan menyaksikan adanya kepalsuan dalam intinya. Orang yang mengetahui realitas batin dari sesuatu tak akan tertipu oleh penampakan lahir. Salam Hijrah, UniQ Powered by Telkomsel BlackBerry®

Orang Yg Kaya/Kuat/Takut krn Allah.

Orang Yg Kaya/Kuat/Takut krn Allah. Seseorang yang "KAYA" akan Allah, dia tidak bakal dijamah oleh perasaan perasaan senang dan takut. Seseorang yang "KUAT" berpegang pada Allah dia tidak bakal gelisah dengan hitungan sedikit atau banyak. Seseorang yang "TAKUT" kepada Allah, baginya sama saja antara sepi dan ramai. Dan seseorang yang mencari kepentingan akhirat, dia tidak akan menjadi hina oleh berbagai petaka kehidupan dunia yang menimpanya. (Imam Ghozaly) Salam Hijrah, UniQ Powered by Telkomsel BlackBerry®