Skip to main content

Menyambut Muharram 1437 H

Sejenak Pagi:
Sebentar lagi kita akan masuk Bulan Muharram 1437 H. Beberapa amalan yang hendaknya dilakukan pada bulan Muharram.

1. Perbanyak Amalan Shalih dan Jauhi Maksiat

Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata tentang tafsir firman Alloh Ta'ala dalam Surat At Taubah ayat 36: "…maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian…"; Alloh telah mengkhususkan empat bulan dari kedua belas bulan tersebut. Dan Alloh menjadikannya sebagai bulan yang suci, mengagungkan kemulian-kemuliannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) serta memberikan pahala (yang lebih besar) dengan amalan-amalan shalih." (Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, Ibnu Katsir)

Mengingat besarnya pahala yang diberikan oleh Alloh melebihi bulan selainnya, hendaknya kita perbanyak amalan-amalan ketaatan kepada Alloh pada bulan Muharram ini dengan membaca Al Qur'an, berdzikir, shadaqah, puasa, dan lainnya.

Selain memperbanyak amalan ketaatan, tak lupa untuk berusaha menjauhi maksiat kepada Alloh dikarenakan dosa pada bulan-bulan haram lebih besar dibanding dengan dosa-dosa selain bulan haram.

Qotadah rahimahullah juga mengatakan, "Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan-bulan haram tersebut. Meskipun kezaliman pada setiap kondisi adalah perkara yang besar, akan tetapiAlloh Ta'ala menjadikan sebagian dari perkara menjadi agung sesuai dengan kehendaknya."

2. Perbanyaklah Puasa

Dari Abu Hurairah ra, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya), "Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Alloh, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim)

Para salaf pun sampai-sampai sangat suka untuk melakukan amalan dengan berpuasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri rahimahullah mengatakan, "Pada bulanbulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya." (Lathaa-if Al Ma'arif, Ibnu Rajab)

3. Puasa 'Asyuro (Tanggal 10 Muharram)

Para pembaca yang dirahmati Alloh, hari'Asyuro merupakan hari yang sangat dijaga keutamannya oleh Rasululloh, sebagaimana hadits dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau mengatakan, "Aku tidak pernah melihat Rasululloh shalallahu 'alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari'Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Salah satu bentuk menjaga keutamaan hari 'Asyuro adalah dengan berpuasa pada hari tersebut. Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau mengatakan, Ketika Nabishallallahu 'alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang Yahudi berpuasa 'Asyuro, mereka mengatakan, "Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir'aun." Kemudian Nabishallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada para sahabat, "Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang Yahudi), karena itu berpuasalah" (HR. Bukhari)

Rasululloh menyebutkan pahala bagi orang yang melaksanakan puasa sunnah 'Asyuro,sebagaiamana riwayat dari Abu Musa Al Asy'ari radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan, Nabi shalallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa Asyuro, kemudian beliau menjawab, "Puasa Asyuro menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat" (HR. Muslim)

4. Muhasabah dan Introspeksi Diri

Hari berganti dengan hari dan bulan pun silih berganti dengan bulan. Tidak terasa pergantian tahun sudah kita jumpai lagi, rasa-rasanya sangat cepat waktu telah berlalu. Semakin bertambahnya waktu, maka semakin bertambah pula usia kita. Perlu kita sadari, bertambahnya usia akan mendekatkan kita dengan kematian dan alam akhirat.

Sebuah pertanyaan besar, "Semakin bertambah usia kita, apakah amal kita bertambah atau malah dosakah yang bertambah??!" Maka pertanyaan ini hendaknya kita jadikan alat untuk muhasabah dan introspeksi diri kita masing-masing. Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu pernah mengatakan, "Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, masa hidupku berkurang, namun amalanku tidak bertambah."

Wahai saudara & sahabatku, sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk menuju perjalanan yang panjang di akhirat kelak dengan amalan-amalan shalih? Sudahkah kita siap untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang telah kita perbuat di hadapan Alloh kelak?

Alloh Ta'ala berfirman (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan setiap diri hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…" (QS. Al Hasyr: 18)

IbnuKatsir ra berkata tentang tafsir ayat ini, "Yaitu, hendaklah kalian menghitung-hitung diri kalian sebelum kalian di-hisab (pada hari kiamat), dan perhatikanlah apa yang telah kalian persiapkan berupa amal kebaikan sebagai bekal kembali dan menghadap kepada Rabb kalian."

Semoga Alloh senantiasa memberikan kita taufik untuk tetap teguh berada di atas jalan kebenaran-Nya, bersegera untuk melakukan instrospeksi diri sebelum datang hari di-hisab-nya semua amalan, dan menjauhkan dari perbuatan maksiat yang bisa membuat noda hitam di hati kita. Wallahu Ta'ala a'lam.

Robbana Taqobbal Minna.
Ys Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

Semoga Bermanfaat

Comments

Populer

Sedekah di Saat Sulit?

Mengisi waktu menjelang tidur, saya Bayu Prasetyo ingin berbagi mengenai materi yang mungkin bagi kebanyakan orang akan menolaknya yaitu "Sedekah di saat Sulit, Bisakah?". Sebelum anda mengeluarkan pendapat bahwa "bagaimana bisa sedekah padahal untuk keluarga saya saja kurang?". Simak dan lihat di dalam Al Quran Surah Ali Imron yang berbunyi: "Allah Ta'ala berfirman 'Dan bersegeralah untuk mendapat ampunan dari Tuhanmu, dan surga seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa yaitu orang yang menafkahkan harta mereka dalam keadaan suka atau susah (di jalan Allah) dan yang menahan amarah mereka dan dapat memaafkan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik seperti demikian.' (QS ALI IMRON: 133-134). Sedekah dalam keadaan lapang sudah kewajibannya tapi bila dalam keadaan sulit saja masih bisa mengeluarkan sedekah menolong sesama maka yakinlah Allah pun akan membantu anda keluar dari permasalahanmu. Subhanal...

Barisan Mukmin atau Barisan Munafik

SELEKSI dari Alloh pasti terjadi dan pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua barisan; barisan orang-orang beriman dan barisan orang-orang munafik. Alloh berfirman: “Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini (campur aduk mukmin dengan munafik), sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Alloh sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Alloh memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Alloh dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar,”  (QS Ali ‘Imran 3:179) Kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia, akan tetapi pasti Alloh ungkap pada saatnya sehingga setiap orang munafik pasti keluar dari barisan orang-orang beriman dan setiap orang beriman pasti keluar dari barisan orang-orang munafik. Sehingga barisan orang-orang beriman hanya berisi orang-or...

7 Cashflow Langit, yg pertama : Qiyamullail (Tahajud)

Adapun ketujuh sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu adalah: 1. QIAMUL LAIL ( TAHAJJUD ) Para malaikat memuji dan Allah akan memberikan penghargaan kepada ahli- ahli tahajud dengan mempersembahkan sebuah kamar khusus di Surga. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: �Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam, dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya,menyebarkan salam, serta mendirikan sholat tahajud pada saat manusia terlelap dalam tidur malam� (HR. At Thabrani dan Al Hakim). Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: �Wahai manusia sebarkanlah salam, bagilah makan dan sembahyanglah malam ketika manusia tidur nescaya kamu akan masuk syurga dgn selamatnya.� (Hadis hasan sahih riwayat at-Tirmizi) Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: �Hendaklah kamu berqiamullalil. sesungguhnya qiamullail ini gaya hidup orang2 yang solih, mendekatkan kamu kepada tuhan,...