Skip to main content

Lebaran Dah Dekat Namun?

Wahai saudaraku...

Tak terasa fajar fitri tinggal menghitung hari...
Namun mengapa sebagian kaum muslimin masih belum juga mengkhatamkan Al-Qur'an...???

Mengapa sebagian kaum muslimin lebih betah berjam-jam membaca koran, menonton TV, facebook an, whatsapp an, sibuk dagang, sibuk membuat kue dll.. namun terasa berat untuk membuka selembar mushaf...???

Anda tahu kenapa saudaraku...?

Itu karena hati telah disesaki dosa dan maksiat, karena hati yang suci akan selalu haus dengan ucapan Rabb nya...

Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu berkata:

لو أن قلوبنا طهرت ما شبعنا من كلام ربنا وإني لأكره أن يأتي علي يوم لا أنظر في
المصحف

"Andai saja hati kita suci pasti kita takkan pernah merasa kenyang dari firman Rabb kita. Dan sungguh aku tidak suka bila aku melewati hariku tanpa membaca Al-Qur'an"

Iya... Bagaimana mungkin dia akan merasa kenyang sementara kedamaian hatinya terpaut dengan Al-Qur'an...

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata :

"Carilah (kedamaian) hatimu di tiga tempat :

1. Di saat mendengarkan Al-Qur'an
2. Di saat menghadiri majelis ilmu
3. Di saat engkau berkhalwat sendiri (dalam Ibadah)

Jika engkau tidak mendapatkannya, maka mohonlah kepada Allah agar memberimu hati yang lain. Karena (pada hakekatnya) engkau tak lagi memiliki hati" (al-Fawaaid : 1/149)

Wahai saudaraku...

Disisa waktu yang ada...
Bukalah kembali lembaran-lembaran mushafmu...
Bacalah dengan tartil...
Bila engkau tak mampu, maka dengarkanlah saat dia dilantunkan...
Bila engkau tak sanggup, maka tangisilah dirimu sendiri...
Kemudian memohonlah agar Dia memberimu hati yang lain...

Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah berkata :

"Aku tidak pernah bergaul dengan orang yang lebih perasa dari Sufyan Ats-Tsauri. Aku pantau dia dari satu malam ke malam yang lain. Ternyata, ia hanya tidur di permulaan malam, lalu bangun dalam keadaan cemas dan gemetar, sambil berkata :

"Neraka, neraka. Ingat neraka membuatku tidak bisa tidur dan lupa syahwat...!".

Setelah itu, ia berwudhu dan berdo'a :

"Ya Alloh, Engkau tahu segala kebutuhanku dan aku hanya meminta-Mu membebaskanku dari neraka...!

Wahai Tuhanku...
kecemasan membuatku menjadi orang perasa dan itu salah satu nikmat yang Engkau berikan kepadaku...

Wahai Tuhanku...
andai aku punya alasan kuat untuk mengisolir dari manusia, aku tidak akan bergaul dengan mereka sekejap mata pun".

Setelah itu, ia sholat dan menangis, hingga tidak bisa membaca Al-Qur'an dan aku tidak dapat mendengar bacaannya, karena tangisannya menjadi-jadi. Aku tidak sanggup melihatnya, karena malu dan segan kepadanya" (Shifatu Ash-Shofwah III hal 149).

Wahai saudaraku...

Sudah seperti inikah kondisi kita dalam menghayati al-Qur'an yang dibaca lalu timbul rasa takut kepada Allah Ta'ala di bulan Ramadhan...!?

'Aun bin Abdulloh rohimahullah bertanya kepada Abu Ishaq, "Apa yang kini menyisa pada dirimu wahai Abu Ishaq ?" Dia menjawab : "Kini aku tinggal membaca Al-Qur'an dalam satu raka'at". 'Aun berkata : "Yang menyisa pada dirimu saat ini adalah kebaikanmu, sementara keburukanmu lenyap" (Az-Zuhd no.2144 oleh Imam Ahmad).

Subhanallah !!!

Ibadah yang tersisa pada dirinya ketika di usia tua hanya bisa membaca Al-Qur'an seluruhnya dalam 1 rakaat !? Lalu bagaimana di usia mudanya ? Lalu bagaimana dengan kita...!?

Tanda-tanda orang yang telah mendapatkan malam lailatul qodar adalah pada malam itu ia akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada, kekhusyu'an dan kelezatan dalam ibadahnya yang lebih dibandingkan malam-malam yang lain. Keilmuan, keimanan, amal shalih dan ketakwaannya pun semakin meningkat in syaa Allah...

Berdasarkan tanda-tanda yang disebutkan di dalam hadits dan menurut pengalaman sepertinya kuat perkiraan malam ini adalah malam lailatul qodr in syaa Allah...

Namun apakah kita termasuk yang terpilih mendapatkan keberkahan dan keutamaan malam lailatul qodar tahun ini...?

Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annaa...

Ya Allah.....terimalah sholat kami, puasa kami, ruku' kami, sujud kami, bacaan al-Qur'an kami, taubat kami, do'a-do'a kami dan seluruh amal shalih kami meskipun sedikit dan belum sempurna...!

Ya Allah......ampunilah kami yang selama ini justru beribadah tanpa kesungguh-sungguhan, selalu hanya di sisa-sisa waktu dan itu pun tidak pernah khusyu' dan semata-mata mengharapkan wajah-Mu.......!

Ya Allah......jangan Engkau biarkan kami dalam kondisi seperti ini terus-menerus tanpa mendapat hidayah-Mu.......!

Ya Allah......dengan kondisi kami yang jauh dari rasa syukur kepada-Mu, maka janganlah Engkau usir kami dari pintu rahmat-Mu......!

Ya Allah......dengan kondisi kami yang masih sulit untuk tersentuh dan menangis karena takut kepada-Mu, maka janganlah Engkau usir kami dari pintu ampunan-Mu.....!

Ya Allah......jika Engkau tidak lagi memperdulikan kami dan tidak lagi mengasihani kami yang selalu berlumuran dengan dosa dan maksiat, maka kepada siapakah kami mengadu yang dapat menyelamatkan kami dari adzab dan murka-Mu......!

Ya Allah......jika Engkau tidak lagi membuka pintu maaf-Mu kepada kami, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang akan menjalani suu-ul khothimah dan kami, dan kami.....dan kamiiii.....tidak menginginkannya...!

Ya Allah.....!
Ya Allah.....!
Ya Allah.....!

Selamatkanlah kami, orang tua kami, keluarga kami dan kaum muslimin dari siksa qubur dan siksa api neraka-Mu...!

Dan jadikanlah kami, orang tua kami, keluarga kami dan kaum muslimin termasuk ke dalam golongan hamba-hamba yang mendapatkan surga-Mu...!

Aamiin... 

Comments

Populer

Qadha & Qadhar by Arief Al Yusuf

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Seringkali kita lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang memperoleh sesuatu dari dunia, tetapi juga memberikan sesuatu pada dunia. Islam mengenal konsep Qadha dan Qadar yaitu adanya ketetapan2 yang telah diatur oleh Allah SWT. Dalam bahasa mudah dapat kita katakan bahwa di dunia ini ada hal-hal tertentu yang diluar jangkauan kemampuan kita. Untuk mengatasi masalah tersebut dikenallah konsep tawakal dalam Islam. Tawakal artinya berserah diri terhadap Allah SWT. Sehingga setiap ketetapan yang ada harus kita terima dengan lapang hati karena kita telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Sekilas konsep ini mirip dengan konsep Nrimo ing Pandum. Konsep Tawakal atw Nrimo ing Pandum juga seringkali dianggap berlawanan dengan konsep berusaha atau bekerja keras. Padahal jika kita mau mencermati, kedua konsep ini hanya menjelaskan tentang satu hubungan, yaitu bagaimana kt menerima stimulan dari luar. rasa senang timbul akibat terpenuhin...

Barisan Mukmin atau Barisan Munafik

SELEKSI dari Alloh pasti terjadi dan pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua barisan; barisan orang-orang beriman dan barisan orang-orang munafik. Alloh berfirman: “Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini (campur aduk mukmin dengan munafik), sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Alloh sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Alloh memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Alloh dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar,”  (QS Ali ‘Imran 3:179) Kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia, akan tetapi pasti Alloh ungkap pada saatnya sehingga setiap orang munafik pasti keluar dari barisan orang-orang beriman dan setiap orang beriman pasti keluar dari barisan orang-orang munafik. Sehingga barisan orang-orang beriman hanya berisi orang-or...