Skip to main content

Khawatir Sebagai Batu Ujian

Seseorang dalam membelanjakan hartanya bila kikir pd dirinya sendiri maupun pd orang lain juga tidak dikehendaki Allah. Perbuatan kikir merupakan cerminan bhw manusia itu selalu khawatir dan tidak yakin adanya kekuasaan Allah sebagai pemberi rizki, dan mengindikasikan org tsb lebih mementingkan duniawi, drpd kehidupan akherat. Keyakinan akan Allah Maha Kaya ( Al Ghaniyyu) dan yg Mengkayakan ( Al Mughni) harus ditingkatkan.

" dan sungguh akan Kami berikan cobaan kpdmu, dgn sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kpd orang orang yg sabar" ( Al Baqoroh (2):155)

"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yg Kami kehendaki bagi orang yg Kami kehendaki, dan Kami tentukan baginya neraka jahanam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir ( Al Israa' (17):18)

Islam menjelaskan bahwa setiap orang akan menerima cobaan berupa rasa khawatir, kelaparan, kekurangan harta. Setiap orang akan mengalami kondisi tersebut, hanya orang orang yg sabar yg akan dengan mudah melalui cobaan tsb. Sebaliknya orang kikir dalam berkomsumsi krn khawatir akan rezeki yg akan diperoleh pd waktu mendatang, menunjukkan bahwa orang itu tidak termasuk orang orang yg berhasil dlm menghadapi ujian.
Perasaan khawatir akan mendorong seseorang utk berlalu kikir. Kikir berbeda dgn efisiensi, sifat kikir didorong oleh rasa khawatir, sedangkan efisiensi didorong oleh kecermatan perhitungan. Sifat kikir pd konsumsi diri sendiri juga akan berdampak dalam sikap utk melakukan infaq/shodaqoh. Orang yg kikir dlm konsumsi seringkali juga akan kikir dalam infaq. Orang kikir dlm konsumsi akan selalu mementingkan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat.

Dari Abi Salamah bin Abdurahman bin Auf, Nabi SAW," Barangsiapa yg merasa berkecukupan maka Allah akan mencukupinya. Barangsiapa menjaga diri dari sikap meminta minta maka Allah akan menenangkannya ( dengan merasa cukup)."

Dari sa'id bin Musayyab ketika memberikan ghonimah kpd Hakim bin Hizam, Nabi SAW," wahai Hakim bin Hizam, sesungguhnya harta ini sangat menyenangkan. Barangsiapa yg menerimanya dgn perasaan cukup dan memakannya dgn cara yg baik, Allah akan memberikan berkah kepadanya. Dan barang siapa yg menerimanya secara tidak puas dan memakannya dgn buruk, Allah tidak akan memberikan berkah kpdnya. Itu seperti seseorang yg makan terus menerus makan tetapi tidak kenyang. Tangan di atas lebih utama daripada tangan di bawah."

Kekhawatiran akan harta benda bagi orang Islam sebetulnya tidak perlu. Sikap kekhawatiran harta dimasa depan merupakan tindakan setan.
Ibnu sakir meriwayatkan hadits dari salamah bin sa'id yg berkata : Datang kpd Umar bin.Khatab ra. Lalu Abdurahman bin Auf bangkit seraya berkata ," wahai amirul mukminin, lebih baik engkau tahan dari harta ini di Baitul Mal utk keperluan mendadak dan darurat!. Umar berkata," Kalimat yg kau lontarkan itu adalah ucapan setan. Aku berlindung kpd Allah atas ucapanmu. Apakah aku harus melakukan maksiat kpd Allah pd tahun ini hanya krn kekhawatiran thd masa depan. Aku hanya mempersiapkan masyarakat agar bertakwa kpd Allah."

Subhanallah

Sent from: Lenovo P70-A

Comments

Populer

Qadha & Qadhar by Arief Al Yusuf

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Seringkali kita lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang memperoleh sesuatu dari dunia, tetapi juga memberikan sesuatu pada dunia. Islam mengenal konsep Qadha dan Qadar yaitu adanya ketetapan2 yang telah diatur oleh Allah SWT. Dalam bahasa mudah dapat kita katakan bahwa di dunia ini ada hal-hal tertentu yang diluar jangkauan kemampuan kita. Untuk mengatasi masalah tersebut dikenallah konsep tawakal dalam Islam. Tawakal artinya berserah diri terhadap Allah SWT. Sehingga setiap ketetapan yang ada harus kita terima dengan lapang hati karena kita telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Sekilas konsep ini mirip dengan konsep Nrimo ing Pandum. Konsep Tawakal atw Nrimo ing Pandum juga seringkali dianggap berlawanan dengan konsep berusaha atau bekerja keras. Padahal jika kita mau mencermati, kedua konsep ini hanya menjelaskan tentang satu hubungan, yaitu bagaimana kt menerima stimulan dari luar. rasa senang timbul akibat terpenuhin...

Barisan Mukmin atau Barisan Munafik

SELEKSI dari Alloh pasti terjadi dan pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua barisan; barisan orang-orang beriman dan barisan orang-orang munafik. Alloh berfirman: “Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini (campur aduk mukmin dengan munafik), sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Alloh sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Alloh memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Alloh dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar,”  (QS Ali ‘Imran 3:179) Kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia, akan tetapi pasti Alloh ungkap pada saatnya sehingga setiap orang munafik pasti keluar dari barisan orang-orang beriman dan setiap orang beriman pasti keluar dari barisan orang-orang munafik. Sehingga barisan orang-orang beriman hanya berisi orang-or...