Skip to main content

Pemimpin Yg Buruk Adalah Hukuman Bagi Masyarakat Ahli Maksiyat

Dari Abdullah bin Umar radhiyallaahu anhumaa: Rasul shollallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: Kalian harus memerintahkan yang Maruf dan mencegah yang munkar, atau kalau tidak kalian laksanakan maka Allah pasti membangkitkan di atas kalian para pemimpin yg tidak menyayangi anak anak serta tidak menghormati yang lebih tua.

Dalam hadits lain dari Abdullah binUmar bahwa Rasul shollallaahu alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah ada masyarakat yang mengkhianati sumpah mereka untuk taat kepada Allah, kecuali pasti Allah menguadakan pada mereka musuh yg datang dari negeri lain yg menguras sebagian kekayaan yg mereka miliki.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa suatu saat Nabi Musa alaihis salaam bertanya kepada Allah: Ya Robbi, Anda berada di langit sedangkan kami ada di bumi, maka apakah tanda yang Anda berika ketika Anda ridho atau murka kepada kami? Allah menjawab: apabila Aku jadikan pemimpin kalian ada orang yg paling baik, maka itu tanda ridhoKu. Akan tetapi apabila Aku jadikan pemimpin kalian adalah manusia terburuk, maka itu tanda murKu kepada kalian.

Imam ibn Abi Dunya meriwayatkan bahwa imam Fudhoil bin Iyadh rahimahullaah berkata: Allah mewahyukan kepada sebagian dari para nabi "Apabila orang yg mengenal beriman kepadaKu menetang diriKu, maka Aku kuasakan kepada mereka penguasa yang tidak mengenalKu."

Imam Hasan al Basry rahimahullahu berkata: Apabila Allah berkehendak memberikan kebaikan pada suatu kaum, maka Allah jadikan kepenimpinam ada di tangan orang yg lemah lembut(kpd orang yang beriman) dan kekayaan mereka dikuasakan pada orang orang dermawan. Akan tetapi apabila Allah berkehendak memberika keburukan kepada suatu kaum, maka Allah jadikan kepemimpinan mereka dikuasai oleh orang orang yg jahil (terhadap islam) dan kekayaan mereka dikuasai oleh orang orang yang bakhil.

Subhanallah

Sent from: Lenovo P70-A

Comments

Populer

Qadha & Qadhar by Arief Al Yusuf

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Seringkali kita lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang memperoleh sesuatu dari dunia, tetapi juga memberikan sesuatu pada dunia. Islam mengenal konsep Qadha dan Qadar yaitu adanya ketetapan2 yang telah diatur oleh Allah SWT. Dalam bahasa mudah dapat kita katakan bahwa di dunia ini ada hal-hal tertentu yang diluar jangkauan kemampuan kita. Untuk mengatasi masalah tersebut dikenallah konsep tawakal dalam Islam. Tawakal artinya berserah diri terhadap Allah SWT. Sehingga setiap ketetapan yang ada harus kita terima dengan lapang hati karena kita telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Sekilas konsep ini mirip dengan konsep Nrimo ing Pandum. Konsep Tawakal atw Nrimo ing Pandum juga seringkali dianggap berlawanan dengan konsep berusaha atau bekerja keras. Padahal jika kita mau mencermati, kedua konsep ini hanya menjelaskan tentang satu hubungan, yaitu bagaimana kt menerima stimulan dari luar. rasa senang timbul akibat terpenuhin...

Barisan Mukmin atau Barisan Munafik

SELEKSI dari Alloh pasti terjadi dan pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua barisan; barisan orang-orang beriman dan barisan orang-orang munafik. Alloh berfirman: “Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini (campur aduk mukmin dengan munafik), sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Alloh sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Alloh memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Alloh dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar,”  (QS Ali ‘Imran 3:179) Kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia, akan tetapi pasti Alloh ungkap pada saatnya sehingga setiap orang munafik pasti keluar dari barisan orang-orang beriman dan setiap orang beriman pasti keluar dari barisan orang-orang munafik. Sehingga barisan orang-orang beriman hanya berisi orang-or...