Skip to main content

Harta Itu Milik Kita atau Kita Milik (Budak) Harta

" Berbagi cerita enaknya di tengah sawah, Saking enaknya cerita  lupa klw lgi di sawah, Harta itu katanya titipan Allah' tpi kenapa klw dititipin harta pada lupa sama  Allah"

 # nyok jgn lupa kpada Allah atas apa yg DIA titipkan kepada kita, kelak kita diminta pertanggung jawabannya,  #salam pantun dakwah

Ada berapa banyak uang di tabunganmu?
Atau di Brangkas besimu? Atau di mana saja kau menyimpannya?
Pada suatu hari al Ahnaf bin Qais melihat uang logam satu Dirham di tangan seseorang, maka iapun bertanya kepadanya, "uang siapakah ini? Spontan orang itu menjawab, "Uangku!".

Maka Ahnaf berkata, "Uang itu menjadi milikmu bila kau nafkahkan dalam rangka mencari pahala atau bersyukur pada Allah".

Kemudian ia mendendangkan sebuah bait sya'ir

:أنت للمال إذا أمسكته ... فإذا أنفقته فالمال لك .

"Kamu dimiliki oleh hartamu bila kau menyimpannya Namun tatkala kamu menginfaqkannya, maka harta itu menjadi milikmu".

Subhanallah. Jadi yang menjadi milik kita adalah yang telah berpindah tangan dari brangkas dan simpanan kita

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

(يَقُولُ الْعَبْدُ مَالِى مَالِى إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلاَثٌ مَا أَكَلَ فَأَفْنَى أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ))

"Hamba itu berkata, "Hartaku, hartaku", tidaklah menjadi hartanya kecuali tiga: Yang ia makan kemudian habis, Yang ia kenakan kemudian usang, Yang ia sedekahkan, maka itulah yang dikumpulkannya. Adapun yang selain itu, maka akan sirna dan ia akan meninggalkannya untuk orang lain".(HR Muslim)

Kalau kau cinta kepada hartamu. Kalau kau ingin menumpuk hartamu. Maka segera pindahkan dari tempatnya, ke tempat yang abadi.

Tidak perlu takut dirampok atau dicuri Karena dijaga oleh Pencipta Langit dan Bumi.

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi :
"Wahai Bani Adam! Pindahkanlah simpananmu kepada Ku dan jangan habis karena kebakaran, kebajiran dan bukan pula karena kecurian. Aku akan memberikannya kembali (tunai) kepadamu, bilamana engkau sangat memerlukannya. (HQR Baihaqi, mursal yg bersumber Al Hasan, al Hafidh al Mundziri berkata:" Hadits ini diriwayatkan juga oleh At Thabrani dan Baihaqi, ia mursal." Wallahu A'lam)

Allah ta'ala berfirman pada Dunia : " wahai Dunia perbudaklah org2 yang serakah padamu, Layanilah Orang2 yg melayani Aku" (Hadist Qudsi)

"Berimanlah kamu kepada Allâh dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allâh telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar." (QS. Al Hadiid: 7).

Yuk Kejar Akherat, Transfer Harta kita ke BCA (Bank Central Allah)
Ayo sholat !!! Dahsyat !!!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

Populer

Qadha & Qadhar by Arief Al Yusuf

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Seringkali kita lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang memperoleh sesuatu dari dunia, tetapi juga memberikan sesuatu pada dunia. Islam mengenal konsep Qadha dan Qadar yaitu adanya ketetapan2 yang telah diatur oleh Allah SWT. Dalam bahasa mudah dapat kita katakan bahwa di dunia ini ada hal-hal tertentu yang diluar jangkauan kemampuan kita. Untuk mengatasi masalah tersebut dikenallah konsep tawakal dalam Islam. Tawakal artinya berserah diri terhadap Allah SWT. Sehingga setiap ketetapan yang ada harus kita terima dengan lapang hati karena kita telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Sekilas konsep ini mirip dengan konsep Nrimo ing Pandum. Konsep Tawakal atw Nrimo ing Pandum juga seringkali dianggap berlawanan dengan konsep berusaha atau bekerja keras. Padahal jika kita mau mencermati, kedua konsep ini hanya menjelaskan tentang satu hubungan, yaitu bagaimana kt menerima stimulan dari luar. rasa senang timbul akibat terpenuhin...

Barisan Mukmin atau Barisan Munafik

SELEKSI dari Alloh pasti terjadi dan pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua barisan; barisan orang-orang beriman dan barisan orang-orang munafik. Alloh berfirman: “Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini (campur aduk mukmin dengan munafik), sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Alloh sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Alloh memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Alloh dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar,”  (QS Ali ‘Imran 3:179) Kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia, akan tetapi pasti Alloh ungkap pada saatnya sehingga setiap orang munafik pasti keluar dari barisan orang-orang beriman dan setiap orang beriman pasti keluar dari barisan orang-orang munafik. Sehingga barisan orang-orang beriman hanya berisi orang-or...