Skip to main content

Kesusahan & Kesenangan Allah Berikan agar Kita Lebih Bertaqwa

" Aku tidak peduli diberi kesusahan atau kesenangan karena aku tidak tau mana yang lebih baik dari keduanya agar aku dapat lebih bertakwa kepada Allah ( Umar bin Khattab)

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Ya Allah Engkaulah Yg Maha Menggenggam Jiwa Jiwa Yg Gelisah, Gundah, Perih, Ketakutan, Kekalutan, hanya kepada Mu hamba pasrahkan semuanya, kepada Mu tempatku kembali, bimbing hati ini dan raga ini, utk kembali percaya atas kebesaran Mu, beri keyakinan hamba utk dpt menerima takdir yg telah Kau tetapkan, ampunkan kami yg begitu naif dan munafik krn tak percaya dgn Kasih Sayang Mu, maaf telah meragukan bahwa Engkau Maha Mencukupi atas kesulitan dan kekurangan hamba hamba Nya. Ya Robb hapuskan kerisauan kami dgn cinta Mu Yg Seluas Jagad Raya ini. Dan jangan biarkan kami termasuk ke dalam orang orang yg lalai, namun masukan kami ke dalam golongan orang-orang yg takwa. Aamiin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

Populer

Qadha & Qadhar by Arief Al Yusuf

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Seringkali kita lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang memperoleh sesuatu dari dunia, tetapi juga memberikan sesuatu pada dunia. Islam mengenal konsep Qadha dan Qadar yaitu adanya ketetapan2 yang telah diatur oleh Allah SWT. Dalam bahasa mudah dapat kita katakan bahwa di dunia ini ada hal-hal tertentu yang diluar jangkauan kemampuan kita. Untuk mengatasi masalah tersebut dikenallah konsep tawakal dalam Islam. Tawakal artinya berserah diri terhadap Allah SWT. Sehingga setiap ketetapan yang ada harus kita terima dengan lapang hati karena kita telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Sekilas konsep ini mirip dengan konsep Nrimo ing Pandum. Konsep Tawakal atw Nrimo ing Pandum juga seringkali dianggap berlawanan dengan konsep berusaha atau bekerja keras. Padahal jika kita mau mencermati, kedua konsep ini hanya menjelaskan tentang satu hubungan, yaitu bagaimana kt menerima stimulan dari luar. rasa senang timbul akibat terpenuhin...

Barisan Mukmin atau Barisan Munafik

SELEKSI dari Alloh pasti terjadi dan pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua barisan; barisan orang-orang beriman dan barisan orang-orang munafik. Alloh berfirman: “Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini (campur aduk mukmin dengan munafik), sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Alloh sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Alloh memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Alloh dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar,”  (QS Ali ‘Imran 3:179) Kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia, akan tetapi pasti Alloh ungkap pada saatnya sehingga setiap orang munafik pasti keluar dari barisan orang-orang beriman dan setiap orang beriman pasti keluar dari barisan orang-orang munafik. Sehingga barisan orang-orang beriman hanya berisi orang-or...