Skip to main content

Posts

Semua Tak Sama

Ketika Anda ingin berbuat baik, belum tentu Anda akan dilihat baik. Ketika Anda ingin berbagi, belum tentu orang lain merasa terbagi. Ketika Anda ingin membahagiakan orang lain, belum tentu orang lain merasa terbahagiakan. Ketika Anda ingin beraksi, akan ada orang yang meremehkan aksi Anda. Ketika Anda berminpi besar, akan ada orang yang mengerdilkan cita-cita Anda. Ketika Anda ingin berdiam diri, akan ada orang yang mencibir kediaman Anda. Semua tak sama. Tak sama dengan apa yang kita harapkan. Maka niatkan bahwa semua kebaikan yang ingin Anda lakukan adalah kebaikan untuk Tuhan. Ya RaBB..Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, Hidupku, Matiku Hanya Untuk-Mu.

Jauhi Perdebatan

Berdebat itu lebih baik bila untuk mencari kebenaran karena-Nya, bukan untuk menjatuhkan lawannya. Berdebat itu lebih baik bila dengan suara rendah, bukan suara yang meninggi. Berdebat itu lebih baik agar orang lain tidak terjebak dalam kesalahan, bukan membuka aib kesalahan. Berdebat itu lebih baik untuk memperluas pengetahuan dan menghargai pendapat orang lain, bukan untuk mencari atau mempertahankan pengikut. Berdebat bisa menimbulkan penyakit hati hasad (iri), takabur dan riya’ (krn menonjolkan diri sendiri), memuji diri sendiri, tajassus (mencari aib orang lain), ghibah (gosip), nifaq (bertentangan dengan hati karena hanya karena ingin mempertahankan pendapat). Demikian Imam Al Ghazali mengajarkan. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan tersesat suatu kaum yang telah diberi hidayah oleh Alloh, kecuali jika mereka melakukan perdebatan.” (HR. Tirmidzi). Maka jauhi perdebatan meskipun kamu merasa benar.

Hadirkan Hati Dalam Setiap Shalatmu

Hadirkan hati dalam setiap sholatmu. Demikian sabda Rasul kepada umatnya. Bukan sholat yang tergesa-gesa, bukan sholat tanpa penghayatan jiwa. Tapi sholat yang khusuk, konsentrasi, mindfullnes. Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT berfirman : “Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan utk hambaKu”. Artinya, tiga ayat diatas Iyyaka Na’budu Wa iyyaka nasta’in adalah hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan hamba-Nya. Ketika kita mengucapkan ayat “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin”.. Allah menjawab : “Hamba Ku telah ikhlas memuji Ku”. Ketika kita mengucapkan ayat : “Ar-Rahmanir-Rahim”.Allah menjawab: “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku”. Ketika kita mengucapkan “Maliki yaumiddin”, Allah menjawab :”Hamba-Ku memuja-Ku”. Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”. Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara HambaKu dan Aku”. Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim” Allah menjawab:”inilah permintaan Hamba Ku kepadaKu”. Ketika Kita m...

Hidup Sederhana dan Bersedekah

“Sesungguhnya hartanya adalah apa yang ia belanjakan.” (HR. Bukhari – Muslim). Apa yang dibelanjakan artinya apa yang mencukupi kebutuhan dan apa yang disedekahkan. “Bukanlah kaya itu karena banyaknya harta, akan tetapi kaya itu adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari – Muslim). “Dan apa yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.” (Saba’:39). “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan 7 tangkai, pada setiap tangkai ada 100 biji. Allah Melipatgandakan bagi siapa yang Dia Kehendaki dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui. (Al Baqarah: 261) Maka Hiduplah sederhana dan bersedekahlah! Jiwa yang kaya adalah jiwa yang sederhana dan yang bersedekah.

Puisikan Al Qur'an

Pembukaan Dengan nama Allah, Penuh Kasih Penuh Sayang Puja dan Puji bagi Allah sendiri Penyempurna segala alam perujudan Penuh Kasih Penuh Sayang Raja Hari Keputusan Cuma pada-Mu kami semua sembah menghadap Cuma pada-Mu kami semua palingkan harap Bimbinglah kami ke lebuh lempang Menjejaki siapa yang telah Kauberi hati Bukan yang Kaudera dengan kemurkaan Bukan pula yang hilang jalan Apa yang pertama kali terlintas, ketika saya tanya, tulisan apa di atas? Puisi? Syair lagu? Bisa juga. Tapi kalau anda jawab, ini puitisasi Al Qur’an, saya salut. Karena tidak begitu populer kata puitisasi Al Qur’an. Ya, di atas adalah puitisasi Al Qur’an yang ditulis oleh Mohammad Diponegoro dari surat Al Fatihah ayat 1 sampai 7. Puitisasi Al Qur’an sendiri kira-kira artinya terjemahan Al Qur’an yang dipuitis-puitiskan atau arti yang dibuat indah. Tentunya tanpa mengurangi tafsir dan makna yang sebenarnya.

Prinsip Hidup Prinsip Sedekah

Rasulullah bersabda, “Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan melainkan akan bertambah, bertambah, dan bertambah!”. Demikian pula prinsip hidup yang juga merupakan prinsip sedekah, prinsip berbagi. Sudahkah kita berbagi dengan sesama? Tersenyum kepada orang lain, membuang kerikil di tengah jalan, menolong orang yang membutuhkan, berbagi ilmu yang diketahui, bersedekah kepada dhuafa. Maka mengajar untuk belajar. Mensukseskan untuk sukses. Menghidupi untuk hidup. Karena MEMBERI itu untuk MENERIMA. DIJAMIN! Mari berbagi ….

Beli Rumah Tanpa Duit Tanpa Sulit Tanpa Melilit

Terdapat lebih dari 13 juta orang belum punya rumah. Dan setiap tahun terus bertambah. Sedangkan memiliki rumah idaman adalah sebuah impian. Banyak orang mencoba mewujudkanya. Dan berjamuran seminar tentangnya. Tapi bagaimana caranya punya rumah Rumah Tanpa Duit Tanpa Sulit Tanpa Melilit? Benarkah bisa? Atau hanya gosip semata? Ternyata BISA! Dan berikut caranya yang mungkin bisa Anda tempuh. 1. Melaksanakan shalat sunnah sebanyak 12 rakaat dalam sehari dan semalam. “Tidaklah seorang muslim melaksanakan shalat sunnah untuk Allah pada setiap harinya sebanyak 12 raka’at selain shalat fardhunya, melainkan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga“. (HR Muslim) 2. Membangun masjid. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, yang artinya: “Barang siapa yang membangunkan bagi Allah sebuah masjid, niscaya Allah akan membangunkan untuknya “Barang siapa yang membangunkan sebuah masjid karena Allah, walaupun sekecil tempat bertelurnya burung Dara pasir, atau ...