Skip to main content

7 Cashflow Langit, Yg Ketiga : Senantiasa Senang Di Masjid

3. SENANTIASA SENANG DI MASJID

Sahabatku yang di rahmati Allah.
Masjid merupakan pusat keberkatan bukan kerana muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

Ibarat Ikan yg senang di dalam air, maka seorang mukmin akan selalu senang dan membutuhkan serta gembira berada dalam masjid masjid Allah

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً
"Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah Subhanahu wa Ta'ala (masjid) untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajat." (HR. Muslim)

Begitu pula disebutkan dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ
"Barangsiapa menuju masjid pada waktu siang hari atau malam hari maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan jamuan hidangan baginya di surga pada setiap siang dan malam." (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
Barangsiapa yang duduk di dalam mesjid, maka sesungguhnya ia sedang duduk-duduk bersama Allah. Maka sudah sepantasnyalah baginya untuk tidak berbicara kecuali pembicaraan yang baik. (Said bin al-Musayyib)

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
"Sesiapa yang pergi masjid hanya untuk mempelajari kebaikan atau mengajar dia dapat pahala ibarat orang yang buat haji secara sempurna.[Al-Mu'jam At-Tabarani]
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

Populer

Qadha & Qadhar by Arief Al Yusuf

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Seringkali kita lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang memperoleh sesuatu dari dunia, tetapi juga memberikan sesuatu pada dunia. Islam mengenal konsep Qadha dan Qadar yaitu adanya ketetapan2 yang telah diatur oleh Allah SWT. Dalam bahasa mudah dapat kita katakan bahwa di dunia ini ada hal-hal tertentu yang diluar jangkauan kemampuan kita. Untuk mengatasi masalah tersebut dikenallah konsep tawakal dalam Islam. Tawakal artinya berserah diri terhadap Allah SWT. Sehingga setiap ketetapan yang ada harus kita terima dengan lapang hati karena kita telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Sekilas konsep ini mirip dengan konsep Nrimo ing Pandum. Konsep Tawakal atw Nrimo ing Pandum juga seringkali dianggap berlawanan dengan konsep berusaha atau bekerja keras. Padahal jika kita mau mencermati, kedua konsep ini hanya menjelaskan tentang satu hubungan, yaitu bagaimana kt menerima stimulan dari luar. rasa senang timbul akibat terpenuhin...

Barisan Mukmin atau Barisan Munafik

SELEKSI dari Alloh pasti terjadi dan pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua barisan; barisan orang-orang beriman dan barisan orang-orang munafik. Alloh berfirman: “Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini (campur aduk mukmin dengan munafik), sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Alloh sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Alloh memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Alloh dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar,”  (QS Ali ‘Imran 3:179) Kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia, akan tetapi pasti Alloh ungkap pada saatnya sehingga setiap orang munafik pasti keluar dari barisan orang-orang beriman dan setiap orang beriman pasti keluar dari barisan orang-orang munafik. Sehingga barisan orang-orang beriman hanya berisi orang-or...