Skip to main content

Merenungi Setiap Gerakan dan Dzikir Dalam Shalat

Pernahkah kita merenungi setiap gerakan dan dzikir-dzikir dalam shalat? Memahami maknanya, serasa berkomunikasi dengan Allah SWT?

Imam Ibnul Qayyim pernah menyatakan: "Ada satu hal yang ajaib, yang dapat diperoleh oleh orang yang merenungi makna-makna Al-Qur'an. Yaitu keajaiban-keajaiban Asma dan Sifat Allah. Itu terjadi, tatkala orang tadi menuangkan segala curahan iman dalam hatinya, sehingga ia dapat memahami bahwa setiap Asma dan Sifat Allah itu memiliki tempat (bukan dibaca) di setiap gerakan shalat. Artinya bersesuaian. Tatkala ia tegak berdiri, ia dapat menyadari ke-MahaTerjaga-an Allah, dan apabila ia bertakbir, ia ingat akan ke-MahaAgung-an Allah."

Coba sejenak renungi hadist berikut ini : "Apabila seorang di antaramu sedang shalat, sesungguhnya dirinya sedang berkomunikasi kepada Allah. Maka janganlah ia membuang ludah ke hadapan muka, atau ke arah kanan; tapi hendaknya ia membuangnya ke-sebelah kiri, atau di bawah telapak kakinya."  (H.r. Bukhari, Muslim, Nasa‘i, dan lain-lain)

Comments

Populer

Jauhilah 7 Hal

Imam Hakim ra  pernah berkata," Jauhilah 7 hal ini niscaya tubuh dan hatimu akan tenang serta kehormatan dan agamamu akan selamat. Pertama, Jangan bersedih atas apa yg menimpamu Kedua, Jangan berprasangka buruk sebelum jelas nyata Ketiga, Jangan mencela manusia terhadap apa yg ada padamu. Keempat, Jangan minta balasan atas pekerjaan yg belum kau kerjakan. Kelima, Jangan melihat penuh syahwat terhadap apa yg belum kaumiliki. Keenam, Jangan marah terhadap yg belum seharusnya marah, dan Terakhir, Jangan memuji seseorang selama belum diketahui dirinya secara betul. Salam Hijrah, UniQ www.shalatdahsyat.com Powered by Telkomsel BlackBerry®

RAHASIA KEBAHAGIAAN

❤🌿🌿🌷🌷 " ﻋﻦ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ " RAHASIA KEBAHAGIAAN Nasehat Syekh Asy-Syinqithi kepada anaknya  ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ ... ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ ... ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺇﻳﺎﻙ ...

Puisikan Al Qur'an

Pembukaan Dengan nama Allah, Penuh Kasih Penuh Sayang Puja dan Puji bagi Allah sendiri Penyempurna segala alam perujudan Penuh Kasih Penuh Sayang Raja Hari Keputusan Cuma pada-Mu kami semua sembah menghadap Cuma pada-Mu kami semua palingkan harap Bimbinglah kami ke lebuh lempang Menjejaki siapa yang telah Kauberi hati Bukan yang Kaudera dengan kemurkaan Bukan pula yang hilang jalan Apa yang pertama kali terlintas, ketika saya tanya, tulisan apa di atas? Puisi? Syair lagu? Bisa juga. Tapi kalau anda jawab, ini puitisasi Al Qur’an, saya salut. Karena tidak begitu populer kata puitisasi Al Qur’an. Ya, di atas adalah puitisasi Al Qur’an yang ditulis oleh Mohammad Diponegoro dari surat Al Fatihah ayat 1 sampai 7. Puitisasi Al Qur’an sendiri kira-kira artinya terjemahan Al Qur’an yang dipuitis-puitiskan atau arti yang dibuat indah. Tentunya tanpa mengurangi tafsir dan makna yang sebenarnya.