Skip to main content

Tak Perlu Cemas

Sahabatku, mengapa harus cemas, mengapa harus takut, mengapa harus khawatir? Bukankah ada Allah SWT yang menjadi Penolong dan Pelindung kita?

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali-Imran: 173-174)

Allahu Akbar

Comments

Populer

Jauhilah 7 Hal

Imam Hakim ra  pernah berkata," Jauhilah 7 hal ini niscaya tubuh dan hatimu akan tenang serta kehormatan dan agamamu akan selamat. Pertama, Jangan bersedih atas apa yg menimpamu Kedua, Jangan berprasangka buruk sebelum jelas nyata Ketiga, Jangan mencela manusia terhadap apa yg ada padamu. Keempat, Jangan minta balasan atas pekerjaan yg belum kau kerjakan. Kelima, Jangan melihat penuh syahwat terhadap apa yg belum kaumiliki. Keenam, Jangan marah terhadap yg belum seharusnya marah, dan Terakhir, Jangan memuji seseorang selama belum diketahui dirinya secara betul. Salam Hijrah, UniQ www.shalatdahsyat.com Powered by Telkomsel BlackBerry®

RAHASIA KEBAHAGIAAN

❤🌿🌿🌷🌷 " ﻋﻦ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ " RAHASIA KEBAHAGIAAN Nasehat Syekh Asy-Syinqithi kepada anaknya  ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ ... ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ ... ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺇﻳﺎﻙ ...

Puisikan Al Qur'an

Pembukaan Dengan nama Allah, Penuh Kasih Penuh Sayang Puja dan Puji bagi Allah sendiri Penyempurna segala alam perujudan Penuh Kasih Penuh Sayang Raja Hari Keputusan Cuma pada-Mu kami semua sembah menghadap Cuma pada-Mu kami semua palingkan harap Bimbinglah kami ke lebuh lempang Menjejaki siapa yang telah Kauberi hati Bukan yang Kaudera dengan kemurkaan Bukan pula yang hilang jalan Apa yang pertama kali terlintas, ketika saya tanya, tulisan apa di atas? Puisi? Syair lagu? Bisa juga. Tapi kalau anda jawab, ini puitisasi Al Qur’an, saya salut. Karena tidak begitu populer kata puitisasi Al Qur’an. Ya, di atas adalah puitisasi Al Qur’an yang ditulis oleh Mohammad Diponegoro dari surat Al Fatihah ayat 1 sampai 7. Puitisasi Al Qur’an sendiri kira-kira artinya terjemahan Al Qur’an yang dipuitis-puitiskan atau arti yang dibuat indah. Tentunya tanpa mengurangi tafsir dan makna yang sebenarnya.