Skip to main content

AL I'tiroof

Ilaahi lastu lilfirdausi ahlan
Ya Tuhan, aku tak layak masuk surgamu

walaa aqwaa 'alannaaril jahimi
Tapi aku tak sanggup masuk nerakamu

fahabli taubatan waghfir dzunuubi
Terimalah taubatku dan ampuni segala dosaku

fa innaka ghoofiruddzambil 'adziimi
Sesungguhnya Engkaulah pengampun dosa dosa besar

Dzunuubi mitslu a'daadir rimaali
Dosa dosaku bagaikan butiran pasir di pantai

fahablii taubatan yaa dzaljalaali
Terimalah taubatku Ya Tuhan Yg Maha Tinggi

wa'umrii naaqishun fiikulliyaumi
Dan usiaku yg berkurang setiap hari

wa dzambii zaa-idum kaifahtimali
Sementara dosa dosaku bertambah setiap hari

Ilaahi 'abdukal 'aashi ataaka
Ya Tuhanku, hambaMu yg sering melakukan maksiat ini telah datang kpd Mu

muqirron biddzunuubi waqod da'aaka
Yg senantiasa berbuat dosa, dan sesungguhnya telah berdoa kpdMu

fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun
Jika Kau beri ampunan, maka itulah adalah hak Mu

wa in tadrud faman narjuu siwaaka
Dan jika Kau tinggalkan, maka siapa lagi yg hendak kami harapkan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

Populer

Qadha & Qadhar by Arief Al Yusuf

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Seringkali kita lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang memperoleh sesuatu dari dunia, tetapi juga memberikan sesuatu pada dunia. Islam mengenal konsep Qadha dan Qadar yaitu adanya ketetapan2 yang telah diatur oleh Allah SWT. Dalam bahasa mudah dapat kita katakan bahwa di dunia ini ada hal-hal tertentu yang diluar jangkauan kemampuan kita. Untuk mengatasi masalah tersebut dikenallah konsep tawakal dalam Islam. Tawakal artinya berserah diri terhadap Allah SWT. Sehingga setiap ketetapan yang ada harus kita terima dengan lapang hati karena kita telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Sekilas konsep ini mirip dengan konsep Nrimo ing Pandum. Konsep Tawakal atw Nrimo ing Pandum juga seringkali dianggap berlawanan dengan konsep berusaha atau bekerja keras. Padahal jika kita mau mencermati, kedua konsep ini hanya menjelaskan tentang satu hubungan, yaitu bagaimana kt menerima stimulan dari luar. rasa senang timbul akibat terpenuhin...

Barisan Mukmin atau Barisan Munafik

SELEKSI dari Alloh pasti terjadi dan pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua barisan; barisan orang-orang beriman dan barisan orang-orang munafik. Alloh berfirman: “Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini (campur aduk mukmin dengan munafik), sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Alloh sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Alloh memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Alloh dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar,”  (QS Ali ‘Imran 3:179) Kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia, akan tetapi pasti Alloh ungkap pada saatnya sehingga setiap orang munafik pasti keluar dari barisan orang-orang beriman dan setiap orang beriman pasti keluar dari barisan orang-orang munafik. Sehingga barisan orang-orang beriman hanya berisi orang-or...