Skip to main content

Jangan Cela Orang Krn Dosanya

Saudaraku...

Janganlah engkau meremehkan saudaramu, sebesar apapun dosanya, seburuk apapun rupanya, sekeji apapun akhlaknya, karena engkau tidak tau siapa yg paling dekat Allah pada hari kiamat kelak.                           

Cukuplah perkataan DR. Aidh al-Qarni Rahimahullah ini sebagai bahan renungan untuk kita, Beliau raimahullah mengatakan :

لا تحتقر شخصا لو رأيته من أهل الكبائر، فإنك لا تدري من هو أقرب إلي الله يوم القيامة أنت أم هو.

“Janganlah kamu mencela seseorang walaupun dia pelaku dosa besar, karena kamu tidak tau siapa yg paling dekat dgn Allah pada hari kiamat kelak, kamu atau dia.”
                                       
Subhanallah...
Betapa indah nasehat beliau... DR. Aidh al-Qarni Rahimahullah

Agar kita selalu menjaga diri dari sifat sombong dan ujub, merasa bangga dgn amalannya sehingga gampang meremehkan orang lain.

Sebagian Ulama Salaf Berkata :

“Sesungguhya seorang hamba ada yg mengerjakan dosa dan karenanya ia masuk surga.
Sebalikya, ada yg melakukan kebaikan yg karenanya ia masuk neraka.”

Orang2 bertanya : “Bagaimana bisa terjadi ?”

Ulama salaf itu menjawab : “Sebab dosa yg dilakukan senantiasa berada di pelupuk matanya, lalu ia takut, menangis, menyesal, malu kepada Rabb nya, serta tunduk di hadapan-Nya dalam keadaan hati berharap pada-Nya.
Maka dosa itu lebih bermanfaat baginya ketimbang ketaatan yg banyak, sebab ia melahirkan seluruh perkara terpuji yg merupakan jalan kebahagiaan dan kejayaan hamba, hingga kemudian menjadi sebab ia masuk surga.

Sebaliknya, hamba yg beramal kebaikan senantiasa merasa puas di hadapan Rabb nya, congkak, ujub, memandang diri baik, dan berkata : Aku telah mengerjakan amalan ini dan itu.

Sikap ini kemudian melahirkan dalam dirinya rasa ujub, takabbur dan sombong, hingga menjadi sebab kebinasaannya”.

[Ibnul Qayyim, Al Wabil Al Shayyib, 1/14]

Subhanallah
--
Dikirim dari smartphone OPPO saya

Comments

Populer

Qadha & Qadhar by Arief Al Yusuf

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Seringkali kita lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang memperoleh sesuatu dari dunia, tetapi juga memberikan sesuatu pada dunia. Islam mengenal konsep Qadha dan Qadar yaitu adanya ketetapan2 yang telah diatur oleh Allah SWT. Dalam bahasa mudah dapat kita katakan bahwa di dunia ini ada hal-hal tertentu yang diluar jangkauan kemampuan kita. Untuk mengatasi masalah tersebut dikenallah konsep tawakal dalam Islam. Tawakal artinya berserah diri terhadap Allah SWT. Sehingga setiap ketetapan yang ada harus kita terima dengan lapang hati karena kita telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Sekilas konsep ini mirip dengan konsep Nrimo ing Pandum. Konsep Tawakal atw Nrimo ing Pandum juga seringkali dianggap berlawanan dengan konsep berusaha atau bekerja keras. Padahal jika kita mau mencermati, kedua konsep ini hanya menjelaskan tentang satu hubungan, yaitu bagaimana kt menerima stimulan dari luar. rasa senang timbul akibat terpenuhin...

Barisan Mukmin atau Barisan Munafik

SELEKSI dari Alloh pasti terjadi dan pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua barisan; barisan orang-orang beriman dan barisan orang-orang munafik. Alloh berfirman: “Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini (campur aduk mukmin dengan munafik), sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Alloh sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Alloh memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Alloh dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar,”  (QS Ali ‘Imran 3:179) Kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia, akan tetapi pasti Alloh ungkap pada saatnya sehingga setiap orang munafik pasti keluar dari barisan orang-orang beriman dan setiap orang beriman pasti keluar dari barisan orang-orang munafik. Sehingga barisan orang-orang beriman hanya berisi orang-or...