Skip to main content

Dahsyatnya Memulai Segala Sesuatu dgn memohon pertolongan dan bertawakal kpd Allah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
BISMILLAAHIR-RAḪMAANIR-RAḪIIM = Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama Dzat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar-Raḫmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar-Raḫiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

Setiap orang hendaknya selalu berkata, "Aku memulai (segala sesuatu) dengan memohon pertolongan kepada Allah, bertawakkal kepada-Nya, dan menyebut nama-Nya". Karena, sesungguhnya nama-nama Allah merupakan nama-nama paling agung dan mulia menunjukkan kesempurnaan Ulûhiyyah-Nya dan keberhakkan-Nya untuk disembah. Ar-Raḫmân (Yang Maha Pengasih) artinya adalah Dzat yang keluasan rahmat-Nya meliputi semua makhluk. Adapun ar-Rahîm (Yang Maha Penyayang) artinya bahwa Dia menyayangi para kekasih-Nya yang terdiri dari para Nabi dan orang-orang shaleh.

Nama-nama dan sifat-sifat Allah itu menggambarkan apa yang sebenarnya tentang Allah. Adapun maksud dari setiap nama dan sifat tersebut telah dijelaskan oleh al-Qur'an dan Sunnah.

"BISMILLAHI" = Dengan nama Allah. Susunan kalimat yang demikian ini dalam bahasa Arab berarti ada susunan kata-kata yang mendahuluinya yaitu: "Aku mulai perbuatan ini dengan nama Allah" atau "Aku mendahului perbuatanku kini dengan nama Allah, untuk mendapat berkah dan pertolongan rahmat Allah sehingga dapat selesai dengan sempurnya dan baik". Hal itu juga untuk menumbuhkan kembali kesadaran sebagai makhluk Allah, bahwa segala-galanya tergantung pada rahmat dan karunia Allah, Hidup, mati, dan semua daya semata-mata terserah rahmat dan karunia Allah.

"ALLAH" = Nama Dzat Allah Ta'ala, karena itu disebut Ismul A'zham, karena nama Allah menghimpun semua sifat, sebagaimana disebutkan dalam surah al-Hasyr ayat 22-24:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ .هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ . هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dalam surah Al-A'raaf ayat 180 juga disebutkan:
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا
"Hanya milik Allah asmâ-ul Ḫusna Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmâ-ul Ḫusna itu"

Dalam surah Al-Isrâ' ayat 110 terdapat kalimat yang artinya:
ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى
"Serulah Allah atau serulah Ar-Raḫman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmâul Ḫusna (nama-nama yang terbaik)".

Yakni apabila kita membutuhkan rezeki, panggillah nama Allah: YᾹ RAZZAQQ = Yang Memberi Rezeki, YᾹ GHANI = Yang Maha Kaya, YᾹ WAKῙL = Yang Menjamin, dan seterusnya. Karena Nabiﷺ bersabda: "Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, barangsiapa mencatatnya (mengingatnya) pasti masuk surga." Yakni dalam segala hajat ia menyebut nama Allah sebagai tanda bahwa ia sangat percaya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

Populer

Muslim Melarat, Kafir Kaya ?

Renungan Qolbu Di Awal Malam: Mgkn sering terbetik dlm benak kita, kenapa kita yg seorg muslim hidupnya jauh lebih sengsara ketimbang mereka yg hidup di dalam kekafiran.. Padahal seorg muslim hidup diatas keta'atan menyembah Allah ta'ala. Sedangkan org kafir hidup diatas kekufuran kpd Allah. Maka jwbnya adalah - ingatlah ketika umar bin khottob melihat nabi tidur diatas dipan yg terbuat dr serat, umar menangis melihat keadaan utusan Allah yg begitu mulia dlm keadaan badannya yg berbekas dipan itu dilambung nabi. Lalu nabi bertanya "kenapa kau menangis umar?" Umarpun menjawab "sesungguhnya bangsa atau raja romawi dan persia diberikan nikmat dunia yg sangat banyak. Sedangkan engkau adalah utusan Allah tp keadaanmu spt ini wahai rosulullah" Nabi pun dgn kemuliaan hatinya berkata "wahai umar, sesungguhnya mereka adalah kaum yg Allah SEGERAKAN KENIKMATAN KEHIDUPAN DUNIA MEREKA" (bukhari 2468) Jadi boleh jd apa yg mereka dptkan skrg adalah istidraj (keni...

Al Hikam : Memahami Dunia #1

" Alam ini lahirnya adalah tipuan, dan batinnya adalah pelajaran. Nafsu memandang pada tipuan lahirnya, sementara kalbu memandang kepada pelajaran batinnya ( Al Hikam ) Penjelasan : Orang orang yg mengetahui watak dunia ini, yg tak dapat diandalkan serta selalu berubah, tak akan terkejut atau kecewa ketika kesenangan berubah menjadi kesusahan, kekayaan berubah menjadi kemiskinan, dan malah berubah menjadi siang. Nafsu selalu bereaksi terhadap kesenangan dan kesulitan, sedangkan Hati selalu melihat kepada makna, sebab, serta pesan di balik peristiwa. Orang orang yg mendapatkan Nur Ilahi melihat daya tarik peristiwa dan menyaksikan adanya kepalsuan dalam intinya. Orang yang mengetahui realitas batin dari sesuatu tak akan tertipu oleh penampakan lahir. Salam Hijrah, UniQ Powered by Telkomsel BlackBerry®

Orang Yg Kaya/Kuat/Takut krn Allah.

Orang Yg Kaya/Kuat/Takut krn Allah. Seseorang yang "KAYA" akan Allah, dia tidak bakal dijamah oleh perasaan perasaan senang dan takut. Seseorang yang "KUAT" berpegang pada Allah dia tidak bakal gelisah dengan hitungan sedikit atau banyak. Seseorang yang "TAKUT" kepada Allah, baginya sama saja antara sepi dan ramai. Dan seseorang yang mencari kepentingan akhirat, dia tidak akan menjadi hina oleh berbagai petaka kehidupan dunia yang menimpanya. (Imam Ghozaly) Salam Hijrah, UniQ Powered by Telkomsel BlackBerry®