Skip to main content

Rahasia Kata Allah

BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM...

Kata "Allah" mempunyai kekhususan yang tidak dimiliki oleh kata lain; ia adalah kata yang sempurna huruf-huruf dan maknanya serta memiliki kekhususan berkaitan dengan rahasianya sehingga sementara ulama menyatakan bahwa kata itulah yang dinamai ISMULLAAH AL-'AZAM (Nama Allah yang paling mulia), yang bila diucapkan dalam doa, Allah akan mengabulkannya.

Dari segi lafazh terlihat keistimewaannya ketika dihapus huruf-hurufnya. Bacalah kata (الله) Allah dengan menghapus huruf awalnya, akan berbunyi (لله) Lillah dalam arti Milik/bagi Allah. Kemudian, hapus huruf awal dari kata Lillah itu akan terbaca (له) Lahu dalam arti bagi-Nya, selanjutnya hapus lagi huruf awal dari "Lahu", akan terdengar dalam ucapan Huu yang berarti Dia (menunjuk Allah), dan bila ini pun dipersingkat akan dapat terdengat suara Ᾱh yang sepintas atau pada lahirnya mengandung makna keluhan, tetapi pada hakikatnya adalah seruan permohonan kepada Allah. Karena itu pula sementara ulama berkata bahwa kata "Allah" terucapkan oleh manusia sengaja atau tidak sengaja, suka atau tidak. Itulah salah satu bukti adanya Fitrah dalam diri manusia. Al-Qur'an juga menegaskan bahwa sikap orang-orang musyrik adalah "Apabila kamu bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi, pastilah mereka berkata Allah" (QS az-Zumar 39: 38).

Dari segi makna dapat dikemukakan bahwa kata Allah mencakup segala sifat-sifat-Nya, bahkan Dialah yang menyandang sifat-sifat tersebut. Karena itu jika kita berkata Ya Allah, semua nama-nama serta sifat-sifat-Nya telah dicakup oleh kata tersebut. Di sisi lain, jika kita berkata ar-Rahîm (Yang Maha Pengasih), sesungguhnya yang kita maksud adalah Allah, demikian juga jika kita mengatakan al-muntaqim (yang membalas kesalahan), namun kandungan makna ar-Rahîm, tidak mencakup pembalasan-Nya atau sifat-sifat-Nya yang lain. Itulah salah satu sebab mengapa dalam syahadat seseorang harus menggunakan kata Allah ketika mengucapkan Asyhadu an Lâ Ilâha Illa Allâh, dan tidak dibenarkan mengganti kata Allah tersebut dengan nama-nama-Nya yang lain, seperti Asyhadu An Lâ Ilâha illa ar-Rahmân atau ar-Rahîm.

(Tafsir al-Mishbah Vol.1 hal. 24)

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

Populer

Qadha & Qadhar by Arief Al Yusuf

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Seringkali kita lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang memperoleh sesuatu dari dunia, tetapi juga memberikan sesuatu pada dunia. Islam mengenal konsep Qadha dan Qadar yaitu adanya ketetapan2 yang telah diatur oleh Allah SWT. Dalam bahasa mudah dapat kita katakan bahwa di dunia ini ada hal-hal tertentu yang diluar jangkauan kemampuan kita. Untuk mengatasi masalah tersebut dikenallah konsep tawakal dalam Islam. Tawakal artinya berserah diri terhadap Allah SWT. Sehingga setiap ketetapan yang ada harus kita terima dengan lapang hati karena kita telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Sekilas konsep ini mirip dengan konsep Nrimo ing Pandum. Konsep Tawakal atw Nrimo ing Pandum juga seringkali dianggap berlawanan dengan konsep berusaha atau bekerja keras. Padahal jika kita mau mencermati, kedua konsep ini hanya menjelaskan tentang satu hubungan, yaitu bagaimana kt menerima stimulan dari luar. rasa senang timbul akibat terpenuhin...

Barisan Mukmin atau Barisan Munafik

SELEKSI dari Alloh pasti terjadi dan pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua barisan; barisan orang-orang beriman dan barisan orang-orang munafik. Alloh berfirman: “Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini (campur aduk mukmin dengan munafik), sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Alloh sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Alloh memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Alloh dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar,”  (QS Ali ‘Imran 3:179) Kita tidak akan pernah tahu isi hati manusia, akan tetapi pasti Alloh ungkap pada saatnya sehingga setiap orang munafik pasti keluar dari barisan orang-orang beriman dan setiap orang beriman pasti keluar dari barisan orang-orang munafik. Sehingga barisan orang-orang beriman hanya berisi orang-or...